Kapolda Akui Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Mantan TNI

Dalam laporan yang diterima kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw tentang pengungkapan kasus pembunuhan staf KPU Yahukimo...

Dana Otsus ‘Ratusan Triliun’ Harusnya Bisa Hadirkan Kesejahteraan di Papua

Kebijakan Otonomi Khusus Papua merupakan titik temu dan jalan tengah untuk menguatkan integrasi Papua sekaligus menjadi jembatan untuk...

Kelompok Separatis Sebar Hoax Tindakan Teror di Yahukimo

Memang kasus pembunuhan yang berturut-turut terjadi itu cukup memberi rasa traumatis tersendiri kepada warga yang ingin beraktivitas,” ungkap Bupati ketika ditemui...

Markus Haluk Tidak Lagi Dipercaya Organisasi KNPB

Seiring berjalannya waktu, Markus yang sudah kian dekat dengan tokoh-tokoh KNPB mulai bermain peran di organisasi tersebut. Hal ini terlihat setidaknya dalam dua tahun terakhir dimana KNPB hanya jalan ditempat...

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

9/06/2020

Selalu Sebar Hoax, Terlalu Fanatik Hingga Melupakan Nilai Kebenaran



Papua merupakan wilayah yang berada paling timur negara Indonesia. Papua terkenal akan budaya, kemolekan lansekap alamnya, dan sumber daya alam yang melimpah. Namun dibalik itu semua, Papua juga masih menyimpan berbagai permasalahan yang kerap berujung konflik.

Menilik konflik yang terus terjadi di Papua, Mariana Hana yang merupakan pengamat Papua mengatakan bahwa konflik yang terjadi semakin diperparah dengan maraknya peredaran berita bohong alias hoax.

“Jika lebih ditelusuri, maraknya pemberitaan yang tidak tepat tersebut selalu berhubungan dengan perkembangan kelompok separatis,”

Tidak hanya berbagai publikasi berita dari kelompok politik yang terus mengupayakan diplomasi dalam membebaskan Papua, namun kelompok bersenjata yang tetap bergerilya di hutan pun tepat melakukan hal yang sama.

“Banyak isu yang mengatakan bahwa diplomasi Papua telah sampai pada organisasi PBB untuk mencapai tujuan referendum, namun faktanya PBB menegaskan bahwa Papua merupakan bagian utuh yang tidak terpisahkan bagi Indonesia,” tambahnya



Kelompok bersenjata pun demikian, kerap aksi-aksinya dibumbui dengan pemberitaan atas klaim bahwa kelompoknya berhasil menembak dan menewaskan aparat TNI Polri, namun hal itu juga tidak urung terjadi.

Mariana juga mengatakan bahwa banyak simpatisan kelompok prokemerdekaan terlalu fanatik, hingga melupakan nilai kebenaran.

“Para kolompok itu akan dengan terang-terangan menolak setiap sudut pandang yang tidak sepemikiran, namun akan mati-matian mendukung setiap apa yang sejalan dengan pihaknya. Meskipun realitanya tidak benar,”

Dalam proses perjalanan Papua, tidak bisa dipungkiri juga bahwa pemerintah memang lamban membangun wilayah ini. Sehingga menjadi wajar ketika kerap muncul pertikaian dan adu suara yang selalu berpotensi memperpanjang rentetan konflik yang terjadi.

Dengan demikian, ia mengatakan bahwa semua pihak harus bisa berintrospeksi diri dan harus ada idealisme untuk tetap menjunjung tinggi nilai kebenaran.

Share:

9/05/2020

Dandim Tegaskan KKB Sebar Berita Bohong Soal Penembakan di Nduga



Nduga - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengabarkan bahwa telah berhasil menembak 8 anggota TNI di Kenyam Ibukota Nduga pada 5 September 2020 kemarin.

Kabar tersebut disiarkan oleh media sosial The TPNPB News yang merupakan salah satu media official yang dimiliki oleh kelompok KKB Nduga. Dalam rilis tersebut Egianus Kogoya sebagai pimpinan perang mengatakan bahwa selain menembak 8 TNI kelompoknya telah berhasil mengambil alih markas di Pasar Baru Kenyam.

Egianus mengatakan bahwa penyerangan dilakukan pukul 04.00 WIT pagi ketika TNI tidak siap melakukan kontak, sehingga banyak pasukan yang berhasil tertembak.

Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Komandan Kodim 1715 Letkol Inf Christian Ireeuw. Dandim mengatakan bahwa kabar tersebut adalah hoaks. (6/9)


  • Kelompok Separatis Sebar Hoax Tindakan Teror di Yahukimo
  • Kabar Aparat Melakukan Pelecehan dan Penyiksaan di Yahukimo, Kapolres Geram

 “kami sudah berkoordinasi dengan koramil Kenyam dan berbagai satgas yang berada di wilayah Kota Kenyam. Saya tegaskan bahwa berita tersebut adalah sebuah kebohongan yang sengaja dilakukan oleh KKB,” ungkap Dandim dalam keterangannya.

Pihaknya juga menilai bahwa kelompok KKB hanya ingin menciptakan kekacauan situasi lewat media sosial. Ia mengatakan bahwa KKB saat ini tidak bisa bergerak karena pengerahan pasukan di Kenyam, sehingga yang bisa dilakukan hanyalah mendorong berita bohong lewat sosial media.

“mereka licik. Ketika sudah terdesak dan tidak bisa melakukan perlawanan, mereka akan memanfaatkan faktor eksternal yang akan mengganggu operasi di Nduga,” tambahnya.

Diketahui bahwa aparat gabungan TNI Polri yang saat ini berada di Kenyam sedang melakukan operasi terpusat sebagai upaya penegakan hukum terhadap kelompok KKB yang terus melakukan gangguan kepada masyarakat.

Share:

9/03/2020

Ogram: Jika ULMWP Tidak Ada Dana Jangan Memaksa Bikin Acara

 



Jayapura - Buchtar Tabuni adalah sosok dalam perjuangan pergerakan pembebasan Papua, ia yang merupakan tokoh senior juga memiliki tekad yang tangguh untuk membela hak-hak orang asli Papua. Termasuk dalam pembentukan berbagai organisasi yang saat ini dikenal dengan nama KNPB dn ULMWP.

Buchtar yang sebelumnya menjalani masa hukuman di Lapas Balikpapan Kalimantan Timur atas pelanggaran pidana, telah dibebaskan dan kembali ke Papua pada 22 Agustus 2020 lalu bersama dengan Agus Kossay, Steven Itlay, dan Hengki Hilapok.

Prosesi dan momen kepulangan empat mantan terpidana tersebut merupakan suka cita bagi rakyat Papua. Buchtar dan kawan-kawan disambut oleh ratusan pendukungnya. Berbagai bentuk konvoi dan seremonial pun disiapkan.

Momen kepulangan Buchtar yang juga berdekatan dengan bebasnya Kepala Biro Politik ULMWP, Bazoka Logo semakin memperiuh suka cita di Jayapura. Oleh karena itu ULMWP berencana menggelar ibadah sebagai bentuk syukur.

Namun rencana ULMWP menggelar ibadah syukur terkendala masalah pendanaan, itu dikarenakan perayaan ibadah tidak memakan biaya yang sedikit. Oleh sebab itu pihaknya meminta bantuan KNPB untuk mengkompulir bantuan dana.


  • Markus Haluk Tidak Lagi Dipercaya Organisasi KNPB
  • Kabar Aparat Melakukan Pelecehan dan Penyiksaan di Yahukimo, Kapolres Geram

KNPB yang memiliki basis massa besar dirasa mampu untuk mendanai agenda yang direncanakan ULMWP. Namun diketahui bahwa KNPB menolak mentah-mentah permintaan tersebut. KNPB melalui Ogram Wanimbo menilai bahwa pihaknya hanya dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak memberi manfaat.

“Saya ingatkan untuk jangan memanfaatkan KNPB. Berbagai urusan kami sudah selesai pasca kepulangan kemarin. Bahkan kami juga sudah merencanakan ibadah itu jauh-jauh hari,” ungkap Ogram.

Ogram menambahkan bahwa pihak KNPB merasa sakit hati ketika Buchtar tidak mau menghadiri acara di Rusunawa (22/8). Bahkan ketika itu, berbagai pendukung KNPB masih berharap kedatangan Buchtar, sehingga acara masih terus berlangsung hingga pukul 6 petang.

Bahkan ogram seolah menyindir kedudukan ULMWP dalam sisi perjuangan Papua. Ia mengatakan bahwa ULMWP terlalu manis dalam mengumbar janji.

“mereka (ULMWP) selalu berbicara dengan target yang sangat tinggi. Seolah-olah itu digunakan agar orang-orang ULMWP dianggap sebagai tokoh berpengaruh. Tapi bagaimana bisa berpengaruh, untuk mengakomodir ibadah syukur saja masih kekurangan dana,”

Mengingat berbagai keterbatasan yang dialami oleh ULMWP saat ini, Ogram memberi saran kepada ULMWP jika masih ingin menggelar ibadah syukur, agar bisa dilakukan secara sederhana dan tidak perlu melibatkan massa dengan jumlah yang banyak.

Share:

9/02/2020

Satgas COVID-19 Papua catat 73 kasus baru positif COVID-19



Jayapura – Juru bicara satuan tugas COVID-19 Provinsi Papua, Silwanus Sumule menyebutkan, pihaknya mencatat pada Rabu (2/9) sebanyak 73 kasus baru positif COVID-19 di provinsi tersebut yang tersebar di beberapa kabupaten di provinsi tertimur itu.

 

"Pada Rabu, 2 September, berdasarkan data-data yang kami kumpulkan hingga pukul 20.00 WIT, maka terdapat tambahan 73 kasus baru di Provinsi Papua, dengan demikian jumlah kumulatif kasus kita sebanyak 3. 834 kasus," kata dr Silwanus Sumule di Jayapura, Kamis.

 

Dari angka tersebut, lanjut dia, 16 persen atau 610 orang saat ini dalam perawatan, 83 persen atau 3.178 orang telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan, dan 46 orang di provinsi paling timur ini dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar corona, yang jika dipresentasikan sebesar satu persen.

 

"Kasus kontak erat kita, Rabu ini dilaporkan sebanyak 1.913 kasus, dan kasus probabel kita sebanyak 26 kasus," ujarnya.

 

Kemarin, kata dia, terdapat satu kabupaten baru terdampak COVID-19 yaitu Kabupaten Mappi. Dia merincikan kasus baru pada Rabu, yakni di Kabupaten Mappi, satu kasus. Kabupaten Merauke satu kasus, dan Kabupaten Mimika, 23 kasus. Kabupaten Nabire satu kasus, Kabupaten Biak Numfor tiga kasus, Kabupaten Jayapura dua kasus, dan Kota Jayapura, 42 kasus, total 73 kasus. Khusus untuk Kota Jayapura, 42 kasus ini adalah akumulasi selama dua hari.

 

Terdapat 58 kasus kontak baru yang berasal dari Kabupaten Boven Digoel 10 orang, dan Kabupaten Mimika 46 orang. Kasus suspek bertambah 57 orang yang berasal dari Mimika sebanyak 12 orang, Kabupaten Puncak, 28 orang, Biak Numfor satu orang.Selanjutnya, Kabupaten Paniai dua orang, Kabupaten Jayapura dua orang, Jayawijaya enam orang dan Kabupaten Boven Digoel enam orang.

 

Selain itu, terdapat satu kasus tambahan probabel yang berasal dari Kabupaten Biak Numfor. "Kasus probabel adalah ketika kita menemukan satu kasus kematian yang menunjukkan gambaran khas secara klinis menyerupai kasus-kasus COVID-19 namun belum sempat dilakukan pemeriksaan PCR. Dengan demikian, kasus probabel di Provinsi Papua sebanyak 26 orang."

 

"Selanjutnya, terdapat 18 kasus yang dinyatakan sembuh dengan rincian Kabupaten Mimika lima orang, Kabupaten Jayapura satu orang, Kabupaten Nabire empat orang, Kabupaten Biak Numfor dua orang, dan Kota Jayapura enam orang," katanya.

 

"Kami menyampaikan bela sungkawa karena satu kasus kematian karena COVID-19 di Kota Jayapura, atas nama Ny.S berusia 69 tahun dirawat selama tujuh hari disalah satu rumah sakit mitra kami di Provinsi Papua di Kota Jayapura," ujarnya.

Share:

Markus Haluk Tidak Lagi Dipercaya Organisasi KNPB

 


Jayapura – Pergerakan Papua tidak hanya sebatas pergolakan senjata namun peranan politik yang masif juga sangat berpengaruh untuk merealisasikan cita-cita bangsa. Dalam mewujudkan hal itu kita mengenal Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai salah satu organisasi yang berafiliasi pada gerakan politik.

Sebagai organisasi yang banyak diisi oleh kaum muda, KNPB memiliki ratus bahkan ribuan simpatisan yang tersebar diseluruh antero Papua dan luar Papua sekalipun. Hal ini yang menjadikan KNPB sebagai salah satu motor penggerak dalam berbagai aksi perjuangan.

Tidak bisa menyangkal bahwa KNPB dengan segala kekuatan massa yang besar akan memiliki permasalahan tersendiri. Ini dikarenakan begitu kompleksnya birokasi yang dimiliki KNPB, sebab berbagai sekretariatnya ada di berbagai wilayah harus bisa terhubung dengan komando pusat.

Kondisi itu yang dimanfaatkan Markus Haluk untuk mendekati organisasi KNPB, walaupun Markus saat itu juga sudah menempati jabatan sebagai Direktur Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

  • Kapolda: Pelaku Pembunuhan Yahukimo, ‘Tidak Ada Ampun!’
  • Kelompok Separatis Sebar Hoax Tindakan Teror di Yahukimo

Seiring berjalannya waktu, Markus yang sudah kian dekat dengan tokoh-tokoh KNPB mulai bermain peran di organisasi tersebut. Hal ini terlihat setidaknya dalam dua tahun terakhir dimana KNPB hanya jalan ditempat. Salah satu faktornya disebabkan karena Markus hanya memanfaatkan KNPB untuk mencari keuntungan pribadi.

Hal itu diperparah ketika Agus Kossay yang merupakan Ketua KNPB Pusat terpaksa digelandang dan ditahan di Balikpapan pada 2019. Ia bersama Warpo Wetipo yang saat itu dipercaya untuk mengakomodir perjuangan malah memperburuk ruang gerak KNPB. Sampai suatu saat ia kedapatan melakukan penarikan dana hasil pengumpulan dari berbagai KNPB sektor wilayah yang sebetulnya akan digunakan untuk menunjang kebutuhan Agus Kossay di Lapas Balikapapan.

 ‘Tidak ada kesalahan yang tidak terlihat’, beruntung saat ini sebagian anggota sudah mengetahui kebusukan yang dibawa oleh Markus ke organisasi perjuangan KNPB, buntutnya Markus tidak lagi dipercaya oleh KNPB dalam mengawaki pergerakan.

Sial bagi Markus ketika ia menunggangi KNPB dengan aksi penolakan terhadap otonomi khusus, ULMWP mulai memikirkan kedudukannya. Sebab aksi penolakan otsus tidak menjadi agenda yang diusung oleh ULMWP saat ini. Hal ini diungkapkan oleh Buchtar Tabuni yang menilai bahwa fokus ULMWP adalah referendum dan tidak menggubris otsus. Markus Haluk dengan segala siasat telah dianggap benalu oleh KNPB dan ULMWP.

Share:

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support