Kapolda Akui Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Mantan TNI

Dalam laporan yang diterima kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw tentang pengungkapan kasus pembunuhan staf KPU Yahukimo...

Dana Otsus ‘Ratusan Triliun’ Harusnya Bisa Hadirkan Kesejahteraan di Papua

Kebijakan Otonomi Khusus Papua merupakan titik temu dan jalan tengah untuk menguatkan integrasi Papua sekaligus menjadi jembatan untuk...

Kelompok Separatis Sebar Hoax Tindakan Teror di Yahukimo

Memang kasus pembunuhan yang berturut-turut terjadi itu cukup memberi rasa traumatis tersendiri kepada warga yang ingin beraktivitas,” ungkap Bupati ketika ditemui...

Markus Haluk Tidak Lagi Dipercaya Organisasi KNPB

Seiring berjalannya waktu, Markus yang sudah kian dekat dengan tokoh-tokoh KNPB mulai bermain peran di organisasi tersebut. Hal ini terlihat setidaknya dalam dua tahun terakhir dimana KNPB hanya jalan ditempat...

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

9/02/2020

Markus Haluk Tidak Lagi Dipercaya Organisasi KNPB

 


Jayapura – Pergerakan Papua tidak hanya sebatas pergolakan senjata namun peranan politik yang masif juga sangat berpengaruh untuk merealisasikan cita-cita bangsa. Dalam mewujudkan hal itu kita mengenal Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai salah satu organisasi yang berafiliasi pada gerakan politik.

Sebagai organisasi yang banyak diisi oleh kaum muda, KNPB memiliki ratus bahkan ribuan simpatisan yang tersebar diseluruh antero Papua dan luar Papua sekalipun. Hal ini yang menjadikan KNPB sebagai salah satu motor penggerak dalam berbagai aksi perjuangan.

Tidak bisa menyangkal bahwa KNPB dengan segala kekuatan massa yang besar akan memiliki permasalahan tersendiri. Ini dikarenakan begitu kompleksnya birokasi yang dimiliki KNPB, sebab berbagai sekretariatnya ada di berbagai wilayah harus bisa terhubung dengan komando pusat.

Kondisi itu yang dimanfaatkan Markus Haluk untuk mendekati organisasi KNPB, walaupun Markus saat itu juga sudah menempati jabatan sebagai Direktur Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

  • Kapolda: Pelaku Pembunuhan Yahukimo, ‘Tidak Ada Ampun!’
  • Kelompok Separatis Sebar Hoax Tindakan Teror di Yahukimo

Seiring berjalannya waktu, Markus yang sudah kian dekat dengan tokoh-tokoh KNPB mulai bermain peran di organisasi tersebut. Hal ini terlihat setidaknya dalam dua tahun terakhir dimana KNPB hanya jalan ditempat. Salah satu faktornya disebabkan karena Markus hanya memanfaatkan KNPB untuk mencari keuntungan pribadi.

Hal itu diperparah ketika Agus Kossay yang merupakan Ketua KNPB Pusat terpaksa digelandang dan ditahan di Balikpapan pada 2019. Ia bersama Warpo Wetipo yang saat itu dipercaya untuk mengakomodir perjuangan malah memperburuk ruang gerak KNPB. Sampai suatu saat ia kedapatan melakukan penarikan dana hasil pengumpulan dari berbagai KNPB sektor wilayah yang sebetulnya akan digunakan untuk menunjang kebutuhan Agus Kossay di Lapas Balikapapan.

 ‘Tidak ada kesalahan yang tidak terlihat’, beruntung saat ini sebagian anggota sudah mengetahui kebusukan yang dibawa oleh Markus ke organisasi perjuangan KNPB, buntutnya Markus tidak lagi dipercaya oleh KNPB dalam mengawaki pergerakan.

Sial bagi Markus ketika ia menunggangi KNPB dengan aksi penolakan terhadap otonomi khusus, ULMWP mulai memikirkan kedudukannya. Sebab aksi penolakan otsus tidak menjadi agenda yang diusung oleh ULMWP saat ini. Hal ini diungkapkan oleh Buchtar Tabuni yang menilai bahwa fokus ULMWP adalah referendum dan tidak menggubris otsus. Markus Haluk dengan segala siasat telah dianggap benalu oleh KNPB dan ULMWP.

Share:

9/01/2020

Demo PT FI, Minta Turun Karena Isteri Dibawa Kabur Orang

 



Aksi spontanitas Demo yang dilakukan sejumlah karyawan PTFI dengan memblokade Jalan Tambang di Mile Point (MP) 72 PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura dan menuntut pembukaan akses bus shift day off (SDO), dikarenakan alasan permasalahan keluarga karyawan tersebut.

 

Kadisnaker Kabupaten Mimika, Paulus Yanengga yang sempat menemui para karyawan PTFI saat sedang melakukan aksi demo beberapa waktu yang lalu, kepada wartawan sedikit bercerita, alasan karyawan sampai melakukan aksi tersebut dan menuntut agar managemen PTFI kembali membuka akses bagi mereka untuk bisa bertemu dengan keluarga mereka dan mengobati kerinduan mereka selama kurang lebih 6 bulan.

 

“Selama 6 bulan ini mereka tidak diizinkan turun dari wilayah Tembagapura, selama itu ada beberapa karyawan yang orang tuanya meninggal dan mereka tidak bisa mengikuti pemakaman karena mereka belum dizinkan untuk turun. Bahkan ada yang istrinya meninggal, ada yang anaknya meninggal dan mereka hanya bisa mendegar kabar dan tidak bisa turun,” kata Yanengga saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2020)

 

Bahkan kata Yanengga, ada juga istri karyawan yang dibawa kabur laki-laki lain, dan anaknya terlantar, mungkin karena itu sehingga dengan spontanitas para karyawan mulai berkumpul dan melakukan demo secara besar-besaran meminta mereka kembali diberikan fasilitas untuk turun ke Timika.


  • YPMAK Papua buka pendaftaran calon penerima beasiswa 2020

 

“Mereka hanya minta managemen sediakan bus untuk para karyawan bisa turun ke Timika,” ujarnya.

 

Yanengga mengungkapkan, ada beberapa karyawan sebelumnya meminta izin ke manajemen untuk turun ke Timika karena ada kedukaan dan juga masalah lainnya.

 

“Itu kita sudah sampaikan kepada managemen untuk bisa melihat hal tersebut, sehingga ke depan tidak ada lagi yang melakukan demo dan pekerjaan tetap berjalan normal,” kata Yanengga. (Salam Papua)

Share:

Kabar Aparat Melakukan Pelecehan dan Penyiksaan di Yahukimo, Kapolres Geram

 

Setelah dua kali terjadinya aksi teror yang dilakukan oleh oknum pecatan TNI di Dekai Kabupaten Yahukimo Papua, juru bicara kelompok separatis KKB Sabby Sambom baru mengumumkan bahwa TPNPB-OPM bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi. (1/9)

Kelompok separatis tersebut melakukan pembantaian terhadap anggota KPU (Hendry Jovinsky) dan pegawai toko bangunan (Yausan) yang merupakan warga sipil.

Dalam kasus yang sering diperbincangkan di Papua, kejadian tersebut juga semakin menambah catatan kelam kelompok KKB dalam melakukan berbagai bentuk pelanggaran HAM terhadap masyarakat sipil.

Namun menurut Kapolres Yahukimo AKBP Ignatius Benny situasi dan kondisi di Yahukimo saat ini relatif cukup kondusif. Berbagai aktivitas masyarakat juga berjalan seperti biasa. Benny juga mengatakan bahwa upaya aparat dalam melakukan pengejaran terhadap pelaku teror masih terus dilakukan.

  • Kapolda Akui Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Mantan TNI

“kami akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku teror di Dekai. Kami upayakan untuk segera menuntaskan demi situasi yang lebih kondusif di wilayah Yahukimo,” ungkap kapolres.

Lanjut, Kapolres juga menambahkan bahwa situasi yang cukup kondusif di Yahukimo mencoba dirusak oleh simpatisan KKB sehingga menciptakan opini yang tidak benar.

“kami menemukan berbagai provokasi yang dilakukan oleh kelompok separatis. Mereka sengaja menciptakan opini di publik tentang situasi yang kacau dan sedang terjadi di Yahukimo pasca upaya pengejaran KKB oleh aparat gabungan,”

  • Kelompok Separatis Sebar Hoax Tindakan Teror di Yahukimo

Kapolres mengatakan ada upaya yang dilakukan oleh kelompok separatis untuk menggeser fakta tentang pembantaian yang dilakukan sebelumnya. Kapolres juga mengatakan akan mengambil Langkah tegas atas berbagai hoaks yang dilakukan oleh kelompok separatis.

“ada inisial LPW yang kerap mengabarkan berita bohong lewat media sosial facebooknya. Keberadaannya juga tidak ada di Yahukimo, bahkan ia berada di luar negeri,” ujar Kapolres.

Diketahui bahwa LPW yang merupakan bagian dari kelompok KKB-OPM telah mengunggah pemberitaan yang tidak benar. LPW menuliskan bahwa aparat yang sedang melakukan pengejaran di desa-desa mencoba melecehkan warga setempat terutama anak dan perempuan. Ia juga mengatakan bahwa sejumlah warga yang diamankan di Polres Yahukimo untuk dimintai keterangan sedang mendapatkan siksaan oleh aparat.

Share:

Penemuan KTP WNI di Markas ISIS Yaman


JAKARTA- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar menjelaskan video viral yang memuat penemuan KTP yang diduga WNI.

Hal ini terjadi saat kelompok Houthi menggeledah markas ISIS di daerah Al Bayda, Yaman.

Video yang diunggah pada Sabtu malam itu juga menunjukkan adanya penemuan uang pecahan rupiah di tempat yang sama.

Boy Rafli memastikan, yang bersangkutan adalah Foreign Terrorist Fighters (FTF) atau teroris lintas batas.

"Syamsul Hadi alias Abu Hatim Al sundawy al Indonesy, orang Ibnu Mas’ud, merupakan tokoh penting di Suriah. Dia teridentifikasi sebagai FTF asal Indonesia yang berpengaruh di Suriah," kata Boy Rafli, Senin (31/8).

"Protracted civil war atau perang sipil di Yaman adalah daya tarik munculnya berbagai kelompok teroris di Yaman, salah satunya dengan munculnya ISIS. Oleh karena itu, dengan kekalahan ISIS di Suriah dan Irak menyebabkan sejumlah “fighters” yang relokasi (relocating)," lanjut dia.

Baca Juga: Kelompok Separatis Sebar Hoax Tindakan Teror di Yahukimo

Sementara menyoal adanya uang pecahan rupiah di markas Isis di Yaman, ia menuturkan, hal itu menunjukan masih adanya Foreign Terrorist Fighters (FTF) atau teroris lintas batas yang berpindah tempat di daerah - daerah perang.

"Hal ini juga menunjukkan terjadi perpindahan “fighters” dari satu wilayah ke wilayah lainnya, khususnya negara-negara yang memiliki konflik internal," katanya lagi.

Mantan Kapolda Papua ini, menjelaskan penyerangan pada markas ISIS di Yaman oleh Houthi terjadi pada pertengahan bulan Agustus lalu.Ia tak menjelaskan lebih lanjut, bagaimana nasib WNI itu.

Sejauh ini, Indonesia menurut Boy Rafli, telah memiliki strategi PRR (prosecution, rehabilatation and reintegration) yang efektif dalam menghadapi FTF returnees dan relocators.

 

 

Share:

Kelompok Separatis Sebar Hoax Tindakan Teror di Yahukimo

Bupati Abock Busup Saat Berbincang-bincang dengan Warga Yahukimo

Papuanesia - Bupati Yahukimo, Abock Busup menyebutkan buntut dari aksi teror yang dilakukan oleh kelompok kriminal di Yahukimo dalam kurun waktu singkat adalah kasus pelanggaran pidanan murni yang sangat meresahkan warga. (1/9)

Sejak terjadinya pembunuhan beruntun yang terjadi, Bupati meminta kepada aparat TNI Polri untuk dapat menyelidiki dan menangkap para pelaku yang telah membuat ketakutan dan trauma pada warga Distrik Dekai.

“walaupun situasi di Yahukimo saat ini relatif mulai kondusif, tapi masyarakat pasti masih memiliki perasaan yang was-was. Memang kasus pembunuhan yang berturut-turut terjadi itu cukup memberi rasa traumatis tersendiri kepada warga yang ingin  beraktivitas,” ungkap Bupati ketika ditemui.

Apa yang diungkapkan oleh Bupati juga mendasar pada tindak kriminal yang terjadi sudah terlewat batas karena tidak segan untuk membunuh. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya merasa tidak paham ketika ditanyai motif teror yang terjadi, hal itu lantaran korbannya selalu menyasar warga sipil yang tidak tahu-menahu.

Bupati juga mengonfirmasi bahwa tidak ada warga yang sengaja lari ke hutan buntut dari upaya penindakan aparat. Pihaknya malah menyangka bahwa kelompok masyarakat yang lari ke hutan adalah bagian dari pelaku teror itu sendiri.

“kalau memang tidak salah, tidak perlu lari. Untuk apa lari ke hutan, keberadaan aparat untuk melakukan penyelidikan. Aparat juga terus berkoordinasi kepada pemda sehingga tidak perlu terjadi kekhawatiran. Tapi tidak tahu juga jika mereka yang lari adalah bagian dari kelompok itu,” tambahnya.

Apa yang diungkapkan oleh Bupati juga mendasar pada tindak kriminal yang terjadi sudah terlewat batas karena tidak segan untuk membunuh. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya merasa tidak paham ketika ditanyai motif teror yang terjadi, hal itu lantaran korbannya selalu menyasar warga sipil yang tidak tahu-menahu.

Baca juga: Dana Otsus Seharusnya Menghadirkan Kesejahteraan di Papua

Bupati juga mengonfirmasi bahwa tidak ada warga yang sengaja lari ke hutan buntut dari upaya penindakan aparat. Pihaknya malah menyangka bahwa kelompok masyarakat yang lari ke hutan adalah bagian dari pelaku teror itu sendiri.

“kalau memang tidak salah, tidak perlu lari. Untuk apa lari ke hutan, keberadaan aparat untuk melakukan penyelidikan. Aparat juga terus berkoordinasi kepada pemda sehingga tidak perlu terjadi kekhawatiran. Tapi tidak tahu juga jika mereka yang lari adalah bagian dari kelompok itu,” tambahnya.

Salah satu warga yahukimo Dwengsi Demena sangat mengutuk penyebar Hoax yang mengatakan adanya penyisiran oleh aparat TNI, dirinya menyebutkan tidak ada warga yang mengungsi ke hutan, mereka yang lari ke hutan hanya kelompok kecil saja yang merupakan orang-orang yang terlibat dalam tindakan pembunuhan.

"Mereka yang lari bersembunyi ke hutan adalah pelaku pembunuhan warga, mereka takut ditangkap aparat keamanan sehingga bersembunyi, dan tidak ada tindakan penyisiran yang dilakukan oleh aparat," ungkapnya. 

 

Share:

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support