8/27/2020

Kapolda: Pelaku Pembunuhan Yahukimo, ‘Tidak Ada Ampun!’

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen Bambang Trisnohadi melaksanakan kunjungan kerja (kunker) dalam rangka antisipasi gangguan situasi keamanan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) pasca rangkaian kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di kabupaten Yahukimo.

Kapolda dalam pernyataannya menegaskan Kepolisian dan TNI harus membuat masyarakat bisa hidup tenang, disamping mendukung kebijakan pemerintah.

Lanjutnya, kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ini sangat serius, maka kehadiran dirinya bersama Kasdam XVII/Cenderawasih dan rombongan adalah untuk memberikan semangat dan support penuh kepada seluruh personel Polres, Brimob dan TNI dalam melaksanakan tugas guna mencari pelaku.

“Saya tegaskan bahwa kita harus mencari pelaku atau tersangka penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, apabila ada perlawanan harus tindak tegas. Tak ada ampun bagi pembunuh sadis,” tegasnya.

  • Kapolda Akui Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Mantan TNI

Kapolda juga menyampaikan kepada para tokoh, bahwa Kepolisian dan TNI sangat serius dalam kasus ini.

“Untuk itu, saya meminta kepada para tokoh untuk dapat bekerjasama dalam mencari keberadaan pelaku,” harapnya.

Kapolda mengaku sangat menyayangkan adanya aksi penganiayaan dimana korban yang merupakan PNS KPUD sedang menjalankan tugas pengabdian kepada Negara.

Mereka-mereka para preman ini tidak bisa dibiarkan membuat kacau di sini, karena masyarakat dan SDM di Kabupaten Yahukimo ini harus dibangun demi kebaikan daerah ini.

“Jika Kapolres merasa bahwa personel kita kurang agar segera disampaikan. Negara kita ini adalah negara hukum, kita harus tangkap pelaku, kenapa dia membantai dan menganiaya orang lain. Apabila pelaku melawan, kita tindak tegas! Kami serius akan mengungkap kasus ini. Oleh karena itu, kami meminta kepada bapak (tokoh, red) sekalian untuk mendukung kami,” pungkasnya.

Mewakili Pangdam XVII/Cenderawasih yang berhalangan hadir dikarenakan ada agenda peresmian Gereja, Kasdam juga menanggapi kasus tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi Bapak Kapolda yang sangat responsif terhadap kasus yang terjadi di Yahukimo ini. Dimana kasus ini sudah menjadi sorotan nasional bukan hanya di Papua saja. Ini menjadi tanggung jawab kita semua, sudah ada beberapa kasus namun belum menemukan titik terang. Kita harus mendalami apa motif dari pelaku,” ungkapnya.

Perlu adanya upaya-upaya yang reaktif, setiap informasi sekecil apapun disampaikan kepada Kepolisian untuk kemudian diolah.

“Saya yakin teman-teman di ruangan ini ada memiliki informasi, itu yang harus disampaikan,” imbaunya.

Usai memberikan keterangannya, Kapolda Papua beserta rombongan bergerak menuju TKP pembunuhan di Jembatan Kali Buatan guna mengecek lokasi kejadian dan memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk tetap berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas apapun.

Usai memberikan himbauan, Kapolda Papua menemui Kepala Suku Kimyal Nopius Yalak dan Masyarakat OAP yang tinggal di sekitar lokasi.

Kepala Suku Kimyal dalam kesempatannya menyampaikan masyarakat Suku Kimyal selama ini telah berupaya membantu mengungkap kasus ini yaitu terus berkoordinasi dengan Dandim dan Kapolres.

Diakuinya, Yahukimo ini sangat luas terdiri dari 51 Distrik dan 517 Kampung sehingga informasi yang ada di distrik ini sangat sulit didapat. Apalagi berpindah antar distrik harus menggunakan pesawat.

“Kami menyerahkan kasus ini kepada aparat keamanan. Ini bukanlah kemauan dari masyarakat, sehingga kami tidak akan menutupi kasus ini. Selain itu, terdapat keresahan dari mama-mama, anak-anak atas penyisiran yang dilakukan oleh aparat keamanan. Dimana sudah ada yang pergi ke hutan karena ketakutan,” akuinya.

Adapun rangkaian kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Agustus 2020, yaitu kasus Henry Jovinski, S.T. (Staf KPUD Yahukimo) di Jembatan Brasa Kecil, Jl. Gunung pada 11 Agustus 2020, Muh. Thoyib alias Sayib di Jl. Bandara pada 20 Agustus 2020 dan kasus Jauzan alias Ocan di Jembatan Kali Buatan, Jl. Gunung pada 26 Agustus 2020.


 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support