Kapolda Akui Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Mantan TNI

Dalam laporan yang diterima kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw tentang pengungkapan kasus pembunuhan staf KPU Yahukimo...

Dana Otsus ‘Ratusan Triliun’ Harusnya Bisa Hadirkan Kesejahteraan di Papua

Kebijakan Otonomi Khusus Papua merupakan titik temu dan jalan tengah untuk menguatkan integrasi Papua sekaligus menjadi jembatan untuk...

Kelompok Separatis Sebar Hoax Tindakan Teror di Yahukimo

Memang kasus pembunuhan yang berturut-turut terjadi itu cukup memberi rasa traumatis tersendiri kepada warga yang ingin beraktivitas,” ungkap Bupati ketika ditemui...

Markus Haluk Tidak Lagi Dipercaya Organisasi KNPB

Seiring berjalannya waktu, Markus yang sudah kian dekat dengan tokoh-tokoh KNPB mulai bermain peran di organisasi tersebut. Hal ini terlihat setidaknya dalam dua tahun terakhir dimana KNPB hanya jalan ditempat...

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

9/21/2020

Pendeta Yeremias Zanambani Menjadi Korban Jelang Sidang PBB



Bantah kabar yang beredar tentang penembakan terhadap pendeta Yeremias Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Polda Papua pastikan bahwa otak penyerangan adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Jelek Waker. (19/9)


Melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal, pihaknya mengatakan bahwa dalam rentetan kasus penembakan dan ancaman teror pembunuhan pada satu minggu belakang ini terjadi terus dilakukan oleh KKB bahkan hingga menewaskan warga sipil.


“sudah dipastikan bahwa kematian pendeta Yeremias Zanambani itu dilakukan KKB pimpinan Jelek Waker,” terangnya dalam keterangan. (21/9)


Peristiwa tersebut dikatakan sangat mencoreng nama kelompok KKB, pasalnya yang menjadi korban adalah seorang pemuka agama yang sangat berjasa atas berjalannya roda peribadatan di wilayah Kabupaten Intan Jaya.


Baca Juga:

Warga Sipil dan Aparat Banyak Dibunuh KKB Papua, TNI Polri Harus Gelar Penidakan


Kamal menambahkan bahwa anggota Polsek Sugapa yang membawahi wilayah di Kabupaten Intan Jaya pun telah bertemu dengan Ketua Klasis GKII Sugapa Pendeta Timotius Miagoni dan memastikan penembakan terhadap Pendeta Yeremua Zanambani.


Buntut dari peristiwa rentetan kasus yang terjadi, dikatakan bahwa TNI/Polri saat ini sedang meningkatkan kegiatan pengamanan seperti melakukan patroli gabungan dalam rangka mengantisipasi hal hal yang tidak kita inginkan bersama.


“Kami meminta dukungan dari seluruh warga sehingga kita dapat hidup dengan nyaman tanpa adanya gangguan gangguan dari kelompok-kelompok yang tidak menginginkan daerah kita ini aman, ini menjadi tanggung jawab kita bersama terutama para tokoh agama,” katanya.


Lebih jelas Kabid Humas juga menegaskan bahwa di Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya tidak ada personel TNI/Polri, yang ada hanya Pos Persiapan Koramil Hitadipta.


Baca Juga:
Tepis Hoaks Penangkapan Warga, Polisi Tangkap KKB Pelaku Teror di Yahukimo


“Isu yang beredar bahwa kasus penembakan yang mengakibatkan Pdt. Yeremias Zanambani dilakukan oleh aparat TNI, itu tidak benar,” tegasnya.


Menurutnya, KKB melalui Juru bicaranya saat ini kembali menebar fitnah dengan mengatakan bahwa TNI lah pelaku penembakan.


“Saat ini KKB sedang mencari momen untuk menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir September ini,” katanya.


Rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah tipu daya KKB yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI melakukan penembakan kepada pendeta.


Lebih lanjut pihak Kepolisian menghimbau kepada warga masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan sebaran fitnah oleh KKB, khususnya melalui medsos. Fitnah mereka di medsos, jelas sudah keliru dan rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang Sidang Uum PBB.

Share:

9/17/2020

Warga Sipil dan Aparat Banyak Dibunuh KKB Papua, TNI Polri Harus Gelar Penidakan


Papua - Kabupaten Intan Jaya saat ini menjadi lokasi yang rawan akan aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB), hal ini dilihat dari runtutan peristiwa pembunuhan dan penembakan yang terjadi.

Tercatat sejak tiga hari terakhir telah terjadi teror dan penembakan terhadap tiga tukang ojek yang merupakan warga sipil, dan juga terhadap seorang anggota TNI. (17/9)

Nahas atas peristiwa tersebut salah seorang TNI anggota Koramil Hitadipa, Serka Sahlan meregang nyawa di lokasi kejadian. Mendapati kejadian tersebut tim gabungan TNI Polri melakukan penyisiran dan upaya evakuasi terhadp Serka Sahlan yang telah tewas mengenaskan.

Berbagai luka ditemukan pada sekujur tubuhnya, termasuk areal muka yang terbelah karena bacokan senjata tajam.

Kejadian demi kejadian terus terjadi sebagai upaya eksistensi teror dari kelompok separatis. Oleh sebab itu pengamat Papua menilai harus segera dilakukannya penyelesaian konflik secara tuntas.

Baca Juga: 112 Dokter Papua Lulus Administrasi Program Beasiswa Otsus 2020

“Tidak bisa lagi TNI Polri hanya berdiam diri atas dasar pengamanan wilayah, yang kronis saat ini bukan lagi pengamanan tapi harus ada upaya penindakan,”

Hal itu diungkapan sebab telah banyak terjadi teror yang mengakibatkan kerugian dan hilangnya nyawa seseorang, baik aparat ataupun masyarakat sipil sekalipun.

Meski demikian, pihaknya juga menilai bahwa penyelesaian di Papua tidak semudah apa yang dikatakan. Ia sadar bahwa terdapat ancaman lain lewat pergerakan politik yang ada.

“Kelompok separatis di Papua juga ada organisasi ULMWP. Atas berbagai fakta, kelompok ini acap kali melakukan propaganda dan penggelapan fakta sehingga membuat setiap upaya penindakan akan digiring sebagai bentuk pelanggaran HAM”

Hal itu juga senada dengan penuturan pengamat teroris dan intelijen dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya. Ia mengatakan bahwa KKB di Papua memiliki jaringan yang kompleks dalam melakukan setiap aksinya.

“Mereka terorganisir, punya jaringan dalam dan luar negeri, punya agenda politik dari aksi-aksi kriminal mereka," ujar Harits.

Keberadaan asing yang turut ikut bermain telah terbaca dari setiap gejolak di Papua sebab diikuti dengan suara dari beberapa negara. Mereka mendorong bahkan memberi tekanan yang target utamanya adalah lepasnya Papua dari Indonesia.

Share:

Tepis Hoaks Penangkapan Warga, Polisi Tangkap KKB Pelaku Teror di Yahukimo

 



Yahukimo - Polisi menangkap satu orang terduga pelaku pembunuhan staf KPUD Kabupaten Yahukimo, Papua, Hendry Jovinsky, berinisial KY. Sementara satu tersangka lain masih diburu polisi. Hal ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal.

"Satu orang berinisial KY sudah ditangkap. Kita doakan saja anggota kita di sana terus punya eksistensi, tetap bersemangat untuk bisa mengungkap para pelaku lainnya," kata Kamal saat dikonfirmasi, Kamis (17/9).

Dia mengatakan bahwa pelaku ditangkap di Dekai (ibukota Kabupaten Yahukimo) pada Kamis (17/9) pagi. Kini, KY sudah ditahan di Mapolres Yahukimo. Kamal menerangkan bahwa tersangka utama, yakni Senat Soll (SS), hingga saat ini masih dikejar oleh polisi. Tersangka pun sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Mudah-mudahan dapat segera ditangkap sehingga kasusnya dapat terungkap termasuk motifnya," imbuhnya.

 

  • OAP Tewas Setelah Makan Kue, Ini Faktanya


Dia menjelaskan bahwa KY merupakan anggota KNPB yang sering disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Tersangka diduga terlibat dalam sejumlah kasus kekerasan di Yahukimo. Selain pembunuhan Hendry Jovinski, dia juga disebut terlibat penyerangan terhadap anggota Polri dan pembakaran gerai ATM.

KY juga disebutkan turut tergabung dalam kelompok yang melakukan kekerasan yang menewaskan tiga warga sipil selama Agustus lalu.

Dalam hal ini, Kamal mengatakan bahwa kasus pembunuhan ini mendapat atensi dari pimpinan Polri. Oleh sebab itu, Kapolda menekankan agar perkara ini dapat segera dipecahkan, termasuk dalam penangkapan tersangka.

Wilayah Dekai memang menjadi salah satu tempat yang marak terjadi kasus kekerasan pada Agustus lalu. kabar tersebut juga semakin heboh lantaran hoaks yang terus dilakukan oleh simpatisan KKB yang menyebutkan bahwa aparat telah melakukan tindakan yang sewenang-wenang dalam penyelidikan.


  • 112 Dokter Papua Lulus Administrasi Program Beasiswa Otsus 2020

 

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw bersama sejumlah pejabat utama Polda Papua dan juga Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi bahkan sempat melakukan kunjungan kerja di Dekai, Yahukimo, untuk mendorong pengungkapan rangkaian tiga kasus pembunuhan.

Yakni, kasus pertama, pembunuhan staf KPU Hendry Jovinsky, di Kali T, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada 11 Agustus 2020, dengan Nomor LP/38/VIII/2020/Papua/Resor Yahukimo.

Kasus kedua, kasus kematian korban Muhammad Thoyib (39), berprofesi tukang mebel, di Jalan Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Yahukimo, 20 Agustus. Kasus ini tercantum dalam laporan Nomor LP/39/VIII/2020/Papua/Resor Yahukimo, tanggal 20 Agustus 2020.

Kasus ketiga, kematian Yauzan Alias Ocang (34), tukang antar batako, pada tanggal 26 Agustus 2020, di Jembatan Kali Buatan, Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo dengan laporan nomor LP/42/VIII/Papua/Resor Yahukimo.

Share:

9/11/2020

112 Dokter Papua Lulus Administrasi Program Beasiswa Otsus 2020



Kota Jayapura - Ketika masih banyak pro dan kontra mengenai keberlangsungan kebijakan otsus yang penganggaran dananya akan diaudit pada 2021 mendatang, Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong berbagai kebijakan yang mendukung percepatan pembangunan di Tanah Cenderawasih.

Hal ini terlihat dari Pemerintah yang resmi mengumumkan 112 dokter asli Papua lulus administrasi program Beasiswa Dokter Spesialis Afirmasi Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2020, pada 9 September 2020 malam.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam surat pengumuman Pemerintah Provinsi papua Nomor 005 / 15892 /SET tentang Program Beasiswa Dokter Spesialis Afirmasi Otsus Papua yang ditandatangani Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) DR.M Ridwan Rumasukun,SE.MM atas nama Gubernur Papua.


  • OAP Tewas Setelah Makan Kue, Ini Faktanya


“Ditujukan kepada para sarjana kedokteran (S1) program beasiswa dokter spesialis afirmasi Otsus Papua yang telah lolos seleksi administrasi untuk dapat hadir pada Senin 14 September 2020 pukul 13:00 WIT di Auditorium BPSDM Provinsi Papua, Kotaraja,” isi surat tersebut.

112 dokter asli Papua yang dinyatakan lulus tersebut sebagian besar bertugas Kota Jayapura, Kabupaten Lanny Jaya, Biak Numfor, Waropen, Kepulauan Yapen, Mimika, Puncak, Boven Digoel, Nabire, Mamberamo Raya, Merauke, Intan Jaya, Sarmi, Pegunungan Bintang, Paniai, Dogiyai, Supiori, Jayawijaya, Kabupaten Teluk Bintuni serta Kota dan Kabupaten Sorong.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua, Aryoko AF Rumaropen,SP.M.Eng mengatakan program Beasiswa Dokter Spesialis Afirmasi Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2020 merupakan program Gubernur Papua, Lukas Enembe,S.IP.MH dan dan Wakil Gubernur Klemen Tinal,SE.MM dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di Papua.


  • Mahasiswa Papua di Yogyakarta Deklarasikan Dukungan Otsus


Pemprov Papua berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik. Dan untuk mewujudkannya, lanjut Rumaropen, tahun ini gubernur dan wakil gubernur memberikan beasiswa yang cukup besar bagi dokter-dokter asli Papua untuk mengambil dokter spesialis di berbagai perguruan tinggi di tanah air maupun luar negeri.

“Tujuan utama dari program bapak gubernur dan wakil gubernur Papua adalah dokter-dokter unggul asli Papua yang professional dan terampil. Setelah selesai, mereka kembali ke Tanah Papua untuk mengabdi kepada masyarakat,”ungkap Kepala BPSDM.

Dari berbagai pernyataan dan pelaksanaan pemberian dukungan beasiswa kepada 112 dokter asli Papua tersebut, cukup memberikan angin segar ditengah merundungnya berbagai terpaan isu Papua yang tidak jelas dan hanya merupakan provokasi dari kelompok separatis. Meskipun tidak ada yang perlu dirisaukan tentang separatisme, sebab Papua telah bersiap akan generasi emas yang berprestasi di berbagai bidang. Sudah saatnya meninggalkan pemikiran ‘membangun Papua’, bersudut pandanglah dengan ‘Papua membangun’ karena orang asli Papua sendiri yang akan menaikkan derajat daerahnya.

Share:

9/10/2020

OAP Tewas Setelah Makan Kue, Ini Faktanya

 



Timika – Beredar kabar tentang meninggalnya salah seorang warga Timika bernama Andy Gobai (53) pada 9 September kemarin. Kabar tersebut seolah menggegerkan pemberitaan sebab informasi yang ada bersumber dari kelompok separatis.

Tepat bahwa kabar meninggalnya Andy Gobay menjadi saah satu cara yang dilakukan oleh kelompok separatis untuk membuat kekacauan di Papua. Kelompok-kelompok separatis tersebut sangatlah licik, mereka berusaha memunculkan konflik antara orang asli Papua (OAP) dengan orang non-Papua. 

Hal ini diketahui sebab kelompok tersebut mengatakan bahwa kematian Andy Gobai lantaran keracunan setelah mengkonsumsi kue (roti) yang dibelinya dari seorang pedagang non-Papua.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermantor mengatakan bahwa pihaknya yang menerima laporan dari masyarakat langsung melakukan olah TKP dan evakuasi jenazah ke rumah sakit.


  • Mahasiswa Papua di Yogyakarta Deklarasikan Dukungan Otsus

 

“ketika itu kami telah melakukan tindakan, semua barang juga kami amankan termasuk sisa makanan guna penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Namun ketika dikonfirmasi, pihak keluarga mengatakan bahwa Andy tengah mengidap penyakit stroke yang akut.

“kami sudah menerima kematian dan takdir ini. Memang dia (Andy Gobai) sebelumnya telah mengeluh lantaran stroke-nya yang semakin parah,”

Namun diduga keluarga merasa kesal atas kabar yang beredar sebelumnya.


  • Satgas COVID-19 Papua catat 73 kasus baru positif COVID-19

 

“hanya saja kami benar-benar kesal. Tidak seharusnya duka kematian ini dimanfaatkan, apalagi hal itu dilakukan untuk kepentingan kelompok papua merdeka,” tambahnya.

Dalam berbagai peristiwa sebelumnya memang kelompok separatis selalu menggiring opini dan membolak balikkan fakta, hal ini dilakukan dengan cara menyebarkan berbagai kabar bohong dan hoaks.

Meski sejatinya Papua adalah tanah yang damai. Namun kelompok separatis selalu ingin menciptakan stigma bahwa Papua masih jauh dari peradaban dan kedamaian. Kelompok separatis juga seolah membenarkan setiap upaya meskipun dengan cara yang salah dan merugikan,


Share:

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support