Kapolda Akui Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Mantan TNI

Dalam laporan yang diterima kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw tentang pengungkapan kasus pembunuhan staf KPU Yahukimo...

Dana Otsus ‘Ratusan Triliun’ Harusnya Bisa Hadirkan Kesejahteraan di Papua

Kebijakan Otonomi Khusus Papua merupakan titik temu dan jalan tengah untuk menguatkan integrasi Papua sekaligus menjadi jembatan untuk...

Kelompok Separatis Sebar Hoax Tindakan Teror di Yahukimo

Memang kasus pembunuhan yang berturut-turut terjadi itu cukup memberi rasa traumatis tersendiri kepada warga yang ingin beraktivitas,” ungkap Bupati ketika ditemui...

Markus Haluk Tidak Lagi Dipercaya Organisasi KNPB

Seiring berjalannya waktu, Markus yang sudah kian dekat dengan tokoh-tokoh KNPB mulai bermain peran di organisasi tersebut. Hal ini terlihat setidaknya dalam dua tahun terakhir dimana KNPB hanya jalan ditempat...

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

10/18/2020

Pernyataan Benny Wenda Soal Perjuangan ULMWP

Benny Wenda Menunjukan Berkas ULMWP di PBB

Posisi ULMWP sudah bagus jadi badan diplomasi internasional, jangan anggap perjuangan mencapai kemedekaan hanya melalui perang senjata saja, upaya diplomasi juga sebagai jalan meyakinkan dunia internasional.

Selama ini ULMWP berdiri sudah banyak kemajuan-kemajuan yang dilakukan untuk meyakinkan dunia Internasional bahwa Bangsa West Papua ingin merdeka. Disaat pendekatan diplomasi ULMWP hampir sampai pada puncaknya, TPN-PB melakukan tindakan yang sangat merusak keyakinan dunia Internasional terhadap Bangsa West Papua.

Menjelang Sidang Umum PBB kemaren ULMWP sudah mendapatkan kepercayaan, namun pihak TPN-PB melakukan penembakan terhadap rakyat sipil di Intan Jaya dan Nduga yang juga mengakibatkan seorang pendeta tewas. Apa yang dilakukan TPN-PB di Ppaua sama halnya dengan perbuatan teroris, bukan perang melainkan menakut-nakuti atau meneror.

Baca Juga: Gagal Mendapatkan Perhatian PBB, TPNPB semakin Bringas

Kalua begini caranya apa yang mau diharapkan dari TPN-PB, setelah tembak TNI atau Masyarakat  kemudian sembunyi dan berkoar-koar di media bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Saya selaku Ketua ULMWP meminta kepada semua organisasi TPN-PB yang ada di hutan, gunung dan lembah untuk hentikan tindakan kekerasan terhadap manusia, karena apa yang TPN-PB lakukan sama halnya dengan terror, hal inilah yang menjadi musuh dunia internasional, saya sudah berupaya meyakinkan PBB bahwa di Papua tidak ada teroris yang ada adalah upaya perjuangan kemerdekaan west Papua.

Kepada saudara saya yang berada di wilayah pantai saya sangat berterima kasih, karena telah mendukung perjuangan ULMWP di luar negeri. Begitu juga dengan saudara Jefry Bomanak sauadara saya yang berasal dari gunung, silahkan berjuang dengan Konstitusi 1 Juli 1971, jalankan perjuangan masing-masing. ULMWP tetap berada pada jalur diplomasi dan tidak berada dibawah Konstitusi 1 Juli 1971 yang dibuat oleh OPM.

Dari semua organisasi yang ada untuk berjuang, pada akhirnya nanti kita akan melihat siapa yang betul-betul berjuang untuk west papua dan siapa yang mati gila dengan kekuasaan dan mau menajdi pahlawan untuk dikenang dan dicatat setelah Papua Merdeka.


Ketua ULMWP Benny Wenda, 19 Oct 2020

Share:

10/10/2020

Gagal Mendapatkan Perhatian PBB, KKB Semakin Beringas



Gagal mendapatkan perhatian dari Sidang Umum PBB pada tanggal 22–29 September 2020 lalu, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua semakin beringas dan membabi buta menyerang aparat negara dan masyarakat sipil untuk menunjukan keberadaannya yang semakin diabaikan masyarakat.

 

Cara yang digunakan antara lain memprovokasi, meneror, mengorbankan masyarakat sipil kemudian memfitnah aparat TNI–Polri yang bertugas menjaga keamanan dan kedamaian di Papua.

 

Tujuannya adalah agar masyarakat lokal tertekan dan terpaksa mendukung mereka serta mendapatkan perhatian dunia, serangan KKB Papua terhadap aparat negara dan masyarakat sipil beberapa bulan terakhir semakin mengganas. Dimulai dari penembakan terhadap dua tenaga kesehatan penanganan Covid–19 yakni Almanek Bagau (luka tembak) dan Heniko Somau (tewas di tempat) pada Jumat (22/5/2020) di Distrik Wandai, Kab. Intan Jaya, penembakan petani bernama Yunus Sani (tewas) pada Jumat (29/5/2020) di Kampung Magataga, Distrik Wandai, Kab. Intan Jaya, penembakan warga bernama Laode Zainudin (luka tembak) pada Sabtu (15/8/2020) di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya, penembakan 2 warga sipil berprofesi tukang ojek bernama Laode Anas (kemudian meninggal dunia) dan Fatur Rahman (luka tembak) pada Senin (14/9/2020) di Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya.


Baca Juga: 112 Dokter Papua Lulus Program Beasiswa

 

Pembunuhan warga sipil berprofesi tukang ojek bernama Badawi (tewas di tempat) dan penembakan anggota TNI bernama Serka Sahlan (tewas di tempat) pada Kamis (17/9/2020) di Kampung Hitadipa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya, penyerangan Koramil Persiapan Hitadipa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya pada Sabtu (19/9/2020) yang menewaskan anggota TNI bernama Pratu Dwi Akbar Utomo, penembakan Pendeta Yeremia Zanambani (kemudian meninggal dunia) pada Sabtu sore (19/9/2020) Kampung Hitadipa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya, penembakan Polisi dan transportasi di sekitar Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya pada Jumat (18/9/2020) dan Jumat (25/9/2020).

 

Penembakan ke arah Kodim Persiapan Kab. Intan Jaya pada Senin (5/10/2020), penembakan pos TNI di Pasar Baru Kenyam Kab. Nduga pada Selasa (6/10/2020) yang menewaskan warga sipil bernama Yulius Wetipo, penyerangan terhadap rombongan TGPF di tanjakan Wabogopone, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya pada Jumat (9/10/2020) yang mengakibatkan anggota Tim bernama Bambang Purwoko (Dosen UGM) dan tim pengamanan bernama Sertu Faisal Akbar menderita luka tembak, KKB masih terus melakukan serangan ke Pos TNI dan Polri di Kampung Koteka, Distrik Kenyam, Kab. Nduga.

 

Rangkaian kekerasan yang dilakukan KKB ini terlihat semakin brutal dan gelap mata, tidak lagi memperhatikan siapa yang menjadi korban. Hal ini sangat disesalkan karena ini sama halnya dengan pelanggaran terhadap HAM dan nilai–nilai kemanusiaan. Masyarakat sipil adalah pihak yang perlu dilindungi oleh semua pihak.


Sumber: Edward GM (Aktifis Papua)

Share:

9/28/2020

Tidak Mendapat Izin Demo, Sekelompok Mahasiswa Papua Di Bubarkan Aparat Keamanan Secara Profesional dan Tanpa Kekerasan



Jayapura, Papua - Anggota Kepolisian membubarkan Mahasiswa Papua yang melakukan Aksi Demo di depan Gapura Universitas Cendrawasih. Senin, (28/09/2020)

Aksi demo yang di lakukan Mahasiswa Papua dalam surat edarannya meminta kepada Elite Politik Local agar berhenti membahas otsus jilid jika tidak melibatkan masyarakat papua, tetapi yang di lakukan Mahasiswa Papua Dalam aksi demo tidak sesuai dengan sasaran mereka sehingga pihak kepolisian dengan atas nama undang-undang berhasil membubarkan Aksi Demo tersebut.

Hal tersebut di ungkapkan salah seorang mahasiswa yang tidak menyebutkan namanya dan terlibat langsung juga dalam aksi tersebut.

"Kami sudah berikan surat ijin entah itu di terima atau tidak namun tetap kami satu hati untuk melaksanakan aksi demo. 


  • Warga Sipil dan Aparat Banyak Dibunuh KKB Papua, TNI Polri Harus Gelar Penidakan
  • Mahasiswa Papua di Yogyakarta Deklarasikan Dukungan Otsus


Tambahnya, Semua Mahasiswa sepakat untuk ikuti prosedur sesuai selebaran tersebut, tetapi ketika di lapangan ada dari kami yang bukan mahasiswa sehingga mereka yang mengacaukan semua ini. Sebagian dari mereka itu bukan mahasiswa dan hanya mengunakan Almamater saja untuk menutupi identitas mereka."Ucapnya saat aksi demo tersebut Usai.

Aksi Demo berlanjut hingga kericuhan terjadi, dimana dalam aksi pembubaran massa demo anggota polisi dilepari dengan batu namun, Anggota Polisi berhasil memukul undur massa dan menangkap beberapa Provokatator yang menjadi Sumber dari kericuhan tersebut.

Kami sangat menyayangkan adanya kelompok yang bukan mahasiswa bergabung dengan kami, sehingga membuat kekakcauan dalam aksi demo tadi, tuturnya.

Share:

9/23/2020

Kapolres Mimika: Tak ada pengiriman pasukan ke Intan Jaya


Mimika- Kepala Kepolisian Resor Mimika, Papua, AKBP IGG Era Adhinata menegaskan tidak ada pengiriman pasukan dari Mimika ke Intan Jaya guna memperkuat pengamanan wilayah itu dari teror kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Tidak ada sama sekali pergeseran pasukan dari Timika. Saya pastikan hal itu tidak ada," kata AKBP Era Adhinata di Timika, Kamis.

Kapolres Mimika mengakui bahwa sejumlah KKB yang sebelumnya sempat bercokol di wilayah Distrik Tembagapura kini sudah kembali ke daerah asal mereka baik di wilayah Intan Jaya maupun di wilayah Ilaga Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya.

"Kelompok dari Ilaga sudah bergeser dari Distrik Tembagapura. Tentunya mereka melewati wilayah Intan Jaya. Ada Kelompok Yambi pimpinan Lekagak Telenggen dan kelompok Militer Murib. Sementara kelompok Tembagapura yang bermarkas di Intan Jaya yang sebelumnya dipimpin Ayub Waker (almarhum) dan kini dipimpin Sabinus Waker sudah kembali ke Intan Jaya," katanya.

Saat ini kelompok yang diperkirakan masih berada di wilayah Distrik Tembagapura yaitu Kelompok Kali Kopi atau Kelompok Timika pimpinan Joni Botak.

Baca Juga: Warga Sipil dan Aparat Banyak Dibunh KKB Papua 

Aksi kekerasan meningkat di wilayah Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya dalam beberapa pekan terakhir hingga merenggut korban jiwa empat orang baik warga sipil maupun aparat TNI.

Pada Rabu (23/9) siang, sempat terjadi kontak tembak antara aparat dengan KKB di wilayah itu, tepatnya di depan Kantor Bupati Intan Jaya dan Pasar Sugapa.

Dandim 1705 Paniai Letkol Inf Benny Wahyudi mengatakan KKB sengaja melepas tembakan di tengah Kota Sugapa untuk mengganggu keamanan warga setempat.

“Mereka (KKB) yang lebih dulu mengeluarkan tembakan, kami pun membalasnya. Dari aksi kontak senjata tersebut tidak ada korban jiwa,” kata Letkol Wahyudi.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan terdapat lima KKB yang sebelumnya berada di Tembagapura, Kabupaten Mimika, kini telah berada di Distrik Hitadipa, Intan Jaya.

“Mereka selalu menggunakan tameng hidup (masyarakat), sehingga kami agak kesulitan melakukan penegakan hukum,” kata Irjen Waterpauw.

Share:

9/21/2020

Pendeta Yeremias Zanambani Menjadi Korban Jelang Sidang PBB



Bantah kabar yang beredar tentang penembakan terhadap pendeta Yeremias Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Polda Papua pastikan bahwa otak penyerangan adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Jelek Waker. (19/9)


Melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal, pihaknya mengatakan bahwa dalam rentetan kasus penembakan dan ancaman teror pembunuhan pada satu minggu belakang ini terjadi terus dilakukan oleh KKB bahkan hingga menewaskan warga sipil.


“sudah dipastikan bahwa kematian pendeta Yeremias Zanambani itu dilakukan KKB pimpinan Jelek Waker,” terangnya dalam keterangan. (21/9)


Peristiwa tersebut dikatakan sangat mencoreng nama kelompok KKB, pasalnya yang menjadi korban adalah seorang pemuka agama yang sangat berjasa atas berjalannya roda peribadatan di wilayah Kabupaten Intan Jaya.


Baca Juga:

Warga Sipil dan Aparat Banyak Dibunuh KKB Papua, TNI Polri Harus Gelar Penidakan


Kamal menambahkan bahwa anggota Polsek Sugapa yang membawahi wilayah di Kabupaten Intan Jaya pun telah bertemu dengan Ketua Klasis GKII Sugapa Pendeta Timotius Miagoni dan memastikan penembakan terhadap Pendeta Yeremua Zanambani.


Buntut dari peristiwa rentetan kasus yang terjadi, dikatakan bahwa TNI/Polri saat ini sedang meningkatkan kegiatan pengamanan seperti melakukan patroli gabungan dalam rangka mengantisipasi hal hal yang tidak kita inginkan bersama.


“Kami meminta dukungan dari seluruh warga sehingga kita dapat hidup dengan nyaman tanpa adanya gangguan gangguan dari kelompok-kelompok yang tidak menginginkan daerah kita ini aman, ini menjadi tanggung jawab kita bersama terutama para tokoh agama,” katanya.


Lebih jelas Kabid Humas juga menegaskan bahwa di Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya tidak ada personel TNI/Polri, yang ada hanya Pos Persiapan Koramil Hitadipta.


Baca Juga:
Tepis Hoaks Penangkapan Warga, Polisi Tangkap KKB Pelaku Teror di Yahukimo


“Isu yang beredar bahwa kasus penembakan yang mengakibatkan Pdt. Yeremias Zanambani dilakukan oleh aparat TNI, itu tidak benar,” tegasnya.


Menurutnya, KKB melalui Juru bicaranya saat ini kembali menebar fitnah dengan mengatakan bahwa TNI lah pelaku penembakan.


“Saat ini KKB sedang mencari momen untuk menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir September ini,” katanya.


Rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah tipu daya KKB yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI melakukan penembakan kepada pendeta.


Lebih lanjut pihak Kepolisian menghimbau kepada warga masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan sebaran fitnah oleh KKB, khususnya melalui medsos. Fitnah mereka di medsos, jelas sudah keliru dan rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang Sidang Uum PBB.

Share:

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support